Artikel Peranan Guru dalam Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah
Peranan Guru dalam Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah
Ari Purnomo Aji
15862061A000835/PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Jl. Manikam/Bangselok Sumenep
085336270828/aripurnom642@gmail.com
ABSTRAK
Dalam pengembangan karakter peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa digugu dan ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik. Guru bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan prilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral. Tugas-tugas manusiawi itu merupakan transpormasi, identifikasi, dan pengertian tentang diri sendiri, yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan yang organis, harmonis, dan dinamis.
Dapat disimpulkan bahwa dalam konteks sistem pendidikan di sekolah untuk mengembangkan pendidikan karakter peserta didik, guru harus diposisikan atau memposisikan diri pada hakekat yang sebenarnya, yaitu :
Dapat disimpulkan bahwa dalam konteks sistem pendidikan di sekolah untuk mengembangkan pendidikan karakter peserta didik, guru harus diposisikan atau memposisikan diri pada hakekat yang sebenarnya, yaitu :
a) guru merupakan pengajar dan pendidik, yang berarti disamping mentransfer ilmu pengetahuan, juga mendidik dan mengembangkan kepribadian peserta didik melalui intraksi yang dilakukannya di kelas dan luuar kelas;
b) guru hendaknya diberikan hak penuh (hak mutelak) dalam melakukan penilaian (evaluasi) proses pembelajaran, karena dalam masalah kepribadian atau karakter peserta didik, guru merupakan pihak yang paling mengetahui tentang kondisi dan perkembangannya; dan
c) guru hendaknya mengembangkan sistem evaluasi yang lebih menitikberatkan pada aspek afektif, dengan menggunkan alat dan bentuk penilaian essay dan wawancara langsung dengan peserta didik.
Kata Kunci : pendidikan karakter, guru merupakan mengajar dan medidik, hak mutlak, sistem evaluasi.
A. Pendahuluan
Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu fokus didalam pembangunan Indonesia. Pendidikan itu tidak hanya proses memberi atau menerima informasi tetapi ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu kecerdasan emosional dan spritual anak didik untuk melahirkan golden generation. Pendidikan karakter harus dimulai sejak kecil, bukan hanya oleh guru tapi juga orang tua dan masyarakat sekitar. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut tidak akan berhasil selama tidak ada kesinambungan dan keharmonisan antar lingkungan pendidikan.
Peningkatan kualitas di sekolah/ pendidikan harus diimbangi professional guru yang tentunya diikuti kualitas pembelajaran di kelas. Namun dalam kenyataannya, masih banyak guru yang tidak profesional dan bahkan banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan jurusannya. Banyak orang tua senang karena pendidikan penuh kesan yang menggiurkan. Guru bangga melihat anak didiknya pandai dalam segala hal tetapi orang tua dan guru sekarang kalang kabut melihat anak-anaknya yang pandai tapi tidak diikuti akhlaqul kharimah (tingkah laku yang baik). Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Oleh karena itu, mengapa pendidikan karakter itu sangatlah penting dan bagaimanakah peranan guru dalam pengembangan nilai dan karakter anak didik di sekolah?
Maka dari itu, dalam artikel ini akan membahas:
Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu fokus didalam pembangunan Indonesia. Pendidikan itu tidak hanya proses memberi atau menerima informasi tetapi ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu kecerdasan emosional dan spritual anak didik untuk melahirkan golden generation. Pendidikan karakter harus dimulai sejak kecil, bukan hanya oleh guru tapi juga orang tua dan masyarakat sekitar. Pembentukan dan pendidikan karakter tersebut tidak akan berhasil selama tidak ada kesinambungan dan keharmonisan antar lingkungan pendidikan.
Peningkatan kualitas di sekolah/ pendidikan harus diimbangi professional guru yang tentunya diikuti kualitas pembelajaran di kelas. Namun dalam kenyataannya, masih banyak guru yang tidak profesional dan bahkan banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan jurusannya. Banyak orang tua senang karena pendidikan penuh kesan yang menggiurkan. Guru bangga melihat anak didiknya pandai dalam segala hal tetapi orang tua dan guru sekarang kalang kabut melihat anak-anaknya yang pandai tapi tidak diikuti akhlaqul kharimah (tingkah laku yang baik). Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Oleh karena itu, mengapa pendidikan karakter itu sangatlah penting dan bagaimanakah peranan guru dalam pengembangan nilai dan karakter anak didik di sekolah?
Maka dari itu, dalam artikel ini akan membahas:
1) Pendidikan karakter
2) Pentingnya pendidikan karakter
.
B. Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ekstrakurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku bagi perubahan dalam hidupnya sendiri yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyara katan menjadi lebih, adil, baik, dan manusiawi.
Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan serta pengamalan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah, yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut.
B. Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ekstrakurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku bagi perubahan dalam hidupnya sendiri yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyara katan menjadi lebih, adil, baik, dan manusiawi.
Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian indikator oleh peserta didik sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan serta pengamalan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja. Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah, yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut.
C. Pentingnya Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai- nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai- nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku bagi perubahan dalam hidupnya sendiri, yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyara katan menjadi lebih, adil, baik, dan manusiawi. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Seorang guru harus mampu menjadi penyampai ilmu dan penyejuk qolbu (hati). Artinya seorang guru harus mampu menyampaikan ilmu baik secara langsung (ceramah) atau secara tidak langsung melalui metode pembelajaran tertentu. Dan seorang guru juga harus mampu menjadi sosok pribadi yang menyejukan hati peserta didiknya dan membawa mereka menuju kebaikan hati dan karakter.
Komentar
Posting Komentar